Berita Dari BSB

Rumah Karyawan


         Rumah karyawan yang dimiliki BSB berjumlah 25 rumah baik dalam bentuk rumah seperti bentuk fisik rumah kebanyakan orang maupun ruangan yang keberadaannya sejak awal difungsikan sebagai rumah tempat tinggal walaupun berada di dalam lingkup kantor (selanjutnya rumah bentuk ini akan disebut dengan rumah kantor), yaitu asrama ASTI, gedung Rumah Bawah (RB), gedung Rumah Bawah Bawah (RBB), gedung sayur, toko sayur, dan rumah yang menempel dengan villa Merak. Setiap rumah kantor sendiri memiliki beberapa ruang kamar yang bisa ditempat lebih dari satu orang karena tempat tidur yang digunakan oleh Yayasan Bina Sarana Bakti (YBSB) di dominanasi tempat tidur bertingkat. Tidak jauh berbeda dengan rumah kantor, rumah karyawan yang fisiknya seperti bentuk rumah kebanyakan orang ada juga yang dapat ditempati hingga dua keluarga. Hingga artikel ini diturunkan masih terdapat 14 ruang kamar dalam rumah kantor dan empat (4) rumah yang masih kosong atau belum ditempati. Rumah karyawan yang masih kosong disebabkan beberapa hal seperti akan ditempati oleh orang-oang tertentu misalnya oleh karyawan dari luar daerah atau karena masih belum ada keputusan dari pengurus sebagai pemegang keputusan teratas walaupun sudah ada pemohon yang mengajukan izin tinggal.

          Menempati rumah karyawan tidaklah sulit dan panjang mekanismenya serta tidak membutuhkan faktor yang menyulitkan bagi siapa yang berminat. Seseorang yang ingin menempati rumah karyawan cukup memenuhi tiga (3) persyaratan berikut, yaitu:
  1. Pemohon merupakan pekerja BSB
  2. Pemohon sudah bekerja di BSB selama minimal satu (1) tahun
  3. Pemohon mengajukan surat permohonan yang bertanda tangan dirinya dan diberikan ke atasannya langsung untuk diproses secara bertahap (alur proses: bidang-divisi-pengurus yayasan).
          Apabila hasil yang diterima adalah positif setelah melewati tahapan yang ada maka pemohon akan menerima surat serah terima rumah dari Divisi Sarana dan Prasarana yang berisi perjanjian kontrak antara Yayasan BSB dan si pemohon serta data kelengkapan rumah yang semuanya harus ditandatangani oleh kedua belah pihak. Saat ini biaya sewa yang dikenakan Yayasan BSB untuk rumah karyawan setiap bulannya berkisar antara Rp 30.000 – Rp 100.000 di luar biaya listrik dan telepon. Saat seseorang menempati rumah karyawan maka ia akan bertanggung jawab untuk menyediakan perabotan isi rumah sendiri sekaligus perawatan untuk kerusakan kecil yang kemungkinan terjadi di kemudian hari. Sebaliknya saat seorang karyawan Yayasan BSB yang awalnya menempati rumah karyawan ingin menyudahi kontrak maka surat perjanjian kontrak yang berisi data kelengkapan rumah akan dicek kembali oleh Divisi Sarana dan Prasarana sekaligus menyerahkan kembali kunci tanda kontrak sudah usai.

          Rumah karyawan memiliki berbagai macam bentuk dan ukuran karena pada awalnya rumah karyawan adalah rumah yang ada di atas tanah yang dibeli oleh Pater Agatho. Yayasan BSB tidak secara sengaja membuat rumah khusus untuk disewakan kepada karyawan BSB. Namun, kini ada rumah karyawan yang keberadaannya memang sengaja dibangun oleh Yayasan BSB dengan pembagian ruangan menjadi dua buah ruang tidur, satu buah kamar mandi, satu buah ruang tamu, dan dapur. Tahun 2015 Divisi Sarana dan Prasarana berhasil melakukan renovasi tiga (3) buah rumah karyawan. Ketiganya selesai direnovasi oleh lima (5) orang pekerja dari Divisi Sarana dan Prasarana itu sendiri sehingga membutuhkan waktu cukup lama untuk menyelesaikannya. Tahun 2016 Divisi Sarana dan Prasarana memiliki target merenovasi dua (2) rumah karyawan. Sementara dua rumah ini akan direnovasi maka penghuninya akan dipindahkan sementara ke rumah karyawan lain yang masih kosong.

Artikel Terkait
comments powered by Disqus