Berita Dari Opini

Manfaat Beternak Kelinci


Dunia ternak dan dunia pertanian sesungguhnya adalah dua hal yang tak terpisahkan, simbiosis mutualisme istilah kerennya. Bagaimana tidak, limbah pertanian yang berupa jerami, tebon jagung, rendeng kedelai, kacang-kacangan dan lainnya bisa diolah menjadi pakan ternak sedangkan limbah peternakan yang berupa kotoran ternak  padat maupun cair (urine) bisa diolah sebagai pupuk organik yang sangat potensial untuk meningkatkan kesuburan tanah, sehinngga mampu menghasilkan panen yang berkualitas.

Salah satu hewan ternak yang bisa dipelihara dan diambil manfaatnya adalah kelinci. Selain rupa elok, ternyata kelinci memiliki kelebihan lain yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian yakni sebagai pupuk dan pestisida hayati. Air kencing kelinci merupakan cairan yang mampu memberikan suplai nitrogen yang cukup tinggi bagi tanaman, hal ini disebabkan oleh tingginya kadar nitrogen yang terdapat didalamnya.

Kelinci merupakan salah satu hewan ternak yang cukup menjanjikan. Pengolahannya dari perkakas, bulu, dan anggota tubuh yang lainnya. Namun ternyata feses dan urin kelinci mempunyai banyak manfaat. Berdasarkan hasil penelitian dari beberapa ahli membuktikan bahwa ternyata feses dan urin kelinci mempunyai manfaat yang banyak, seperti mampu untuk dibuat pupuk organik dan sebagai pakan organik untuk lele. Ternak kelinci merupakan ternak yang potensial untuk memenuhi kebutuhan protein secara cepat, dengan sistem pemeliharaan ternak tradisional. Seekor induk dapat beranak 10 x per tahun dengan masa bunting 31 hari. Ternak ini tidak bersaing dengan manusia atau ternak industri yang intensif seperti ayam dalam memperoleh pakan. Pertumbuhan kelinci cepat dengan memiliki bobot hidup lebih dari 2 kg pada umur 8 minggu. Karena ukuran yang kecil dan kemampuan berkembang biaknya cepat, maka cocok untuk dipelihara dalam skala kecil dan skala besar. Dengan kecepatan berkembangbiaknya tersebut maka menghasilkan kotoran banyak sehingga berpotensi sebagai penghasil pupuk.

Menurut Spreadbury (1978) bahwa kelinci dengan berat badan 1 kg menghasilkan 28,0 g kotoran lunak per hari dan mengandung 3 g protein serta 0,35 g nitrogen dari bakteri atau setara 1,3 g protein. Secara kimiawi kandungan zat dalam urin diantaranya adalah sampah nitrogen (ureum, kreatinin dan asam urat), asam hipurat zat sisa pencernaan sayuran dan buah, badan keton zat sisa metabolisme lemak, ion-ion elektrolit (Na, Cl, K, Amonium, Sulfat, Ca dan mg), zat toksin (obat, vitamin dan zat kimia asing), zat abnormal (protein, glukosa, sel darah kristal kapur dsb).

Berdasarkan kandungan yang terdapat pada kotoran kelinci maka sangat potensi sebagai pupuk organik untuk tanaman. Pengaruh dari pemberian pupuk kelinci adalah meningkatnya kesuburan tanah. Kesuburan yang disebabkan oleh pupuk kelinci telah meningkatkan kesuburan fisik, biologi dan kimia tanah.  Meningkatkan kesuburan fisik tanah berarti tanah menjadi lebih gembur, lebih banyak ruang pori untuk udara dan air, dan lebih luas daerah jelajah akar untuk menyerap unsur hara tanah. Meningkatkan kesuburan biologi tanah berarti meningkatkan jumlah mikroba dan makroba tanah seperti cacing yang sangat penting bagi ekosistem tanah.

Pemupukan merupakan bagian terpenting bagi tanaman, pada dasarnya tiap jenis tanaman memerlukan pupuk yang berbeda untuk menghasilkan pertumbuhan tanaman yang baik dan hasil yang tinggi memerlukan penanganan yang baik pula, antara lain suplai unsur hara yang cukup dan seimbang. Pupuk organik yang digunakan untuk tanaman rata-rata mempunyai nilai hara rendah, sehingga menyebabkan dosis penggunaannya tinggi. Unsur nitrogen, fosfor dan kalsium yang merupakan unsur utama diperlukan tanaman dalam jumlah banyak. Serapan unsur hara tiap tanaman juga mempengaruhi produksinya. Peranan pupuk organik selain untuk pertumbuhan tanaman juga dapat memperbaiki derajat keasaman tanah (pH).

Manfaat lain dari feses kelinci yaitu sebagai pakan organik pada lele, mungkin masih asing digunakan, namun cukup efektif sebagai pengganti pakan kimia. Ikan lele organik mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan lele non-organik, terutama dari segi penghematan biaya pakan, rasa, dan manfaatnya untuk kesehatan. (di)

keterangan : foto diambil dari ?http://wiwidrabbits.blogspot.com/

Artikel Terkait
comments powered by Disqus