Berita Dari Opini

BUMI SEMAKIN PANAS


          Pembangunan berlangsung begitu cepat khusunya dikota besar seperti jakarta dan puncak. Pada 10 tahun terakhir kawasan ini bertumbuh hotel dan restoran baru, pemukiman baru (Pendatang arab) meningkat: kepemilikin motor & mobil terus bertambah meskipun lebar jalan tetap sejak 30 tahun lalu. Akibatnya jumlah manusia yang hilir mudik bertambah banyak menyebabkan limbah kehidupan meningkat, polusi udara tinggi dari asap mobil dan motor.
          Bagaimana dengan pembangunan pertanian dan kehutanan di kawasan puncak ? adakah pertambahan lahan pertanian ? adakah perluasan program reboisasi ? atau justru penebangan kebun teh untuk pembangunan villa ? keseimbangan pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan petani seharusnya diperhatikan dengan serius, karena hal ini erat kaitanya denagn sumber daya alam yang semakin terbatas khusunya air dan tanah.
         BSB yang berada dikawasan inipun terancam menjadi semakin panas dan terkena dampak polusi udara mengingat letaknya yang dekat dengan perkampungan penduduk. Program penanaman bambu (Mading 1 juni 2015), penghematan pemakaian listrik, pengaturan penggunaan motor (Motor free day), sepeda sehat dan ide-ide kreatif lainnya perlu mendapat apresiasi oleh BSB.
            Persoalan lingkungan dan pertanian di kawasan ini kedepan semakin rumit, terutama masalah sosial dan kependudukan terrmasuk peliknya kepemilikan lahan. Bahkan penetapan kawasan sebagai daerah wisata semakin memperberat daya dukung lingkungan dengan hadirnya para wisatawan setiap hari libur, apalagi saat liburan sekolah dapat dipastikan setiap hari macet... macet
Quo vadis puncak ! quo vadis pertanian puncak
 

Artikel Terkait
comments powered by Disqus