Berita Dari Opini

Nilai organis : kerja cerdas atau kerja efektif


          Kabinet jokowi disebut kabinet kerja, terbersit harapan agar seluruh kementrian kerja keras untuk mencapai target yang ditetapkan dalam setiap lembaga atau perusahaan sering ada ungkapan kerja santai yang dimaknai sebagai ke(Malas)an. Dalam bidang pertanian, tidak cukup ungkapan “kerja keras atau kerja santai”, karena kerja keraspun bukan menjadi jaminan hasilnya akan bagus, bahkan bisa saja terbalik, yang dibutuhkan dalam pertanian organis adalah kerja cerdas, mengapa? Setidaknya setiap pertanian akan menghadaipi 5 aspek utama yaitu : 1) Iklim 2) SDM 3) Fasilitas / Sarana yang terkait dengan kebijakan / politik 4) Strategi 5) Keberuntungan.
         
       Terkait aspek iklim atau cuaca sangat menentukan sifat kerjanya, seperti penyiapan lahan musim hujan, meskipun kerja keras mencangkul hasilnya belum tentu baik malah erosi, meskipun petani sudah bekerja keras memulihkan tanaman kalau tidak tepat waktunya bisa sia-sia, seperti menyemprot pada pagi hari masih banyak embun dan ulatpun masih tidur, memanen bayam pada siang hari tetap saja bayam layu. Terkait dengan kebijakan pemerintah, seperti Permentan No 46/2014 tentang pengaturan produk organik sertifikasi, berdampak (Pada) petani organik kecil meski sudah bekerja keras tetap saja produknya ditolak supermarket, diperlukan strategi khusus untuk melawanya umpama menciptakan pasar alternatif. Terkait dengan keberuntungan, petani organik yang bertani dengan kerja keras tetapi tidak memiliki akses pemasaran --  produknya dihargai seperti konvensional (murah).
     
         Oleh karena itu, yang dibutuhkan dalam pertanian organik adalah kerja cerdas bukan kerja keras, boleh saja santai asal tepat tempat dan waktu. Maka bertani organik mendorong berpikir dahulu sebelum bekerja. Ada nilai yang tersirat dalam berkerja, terkadang tidak perlu kerja keras dapat hasil bagus. Sebelum bekerja perlu memahami dulu segala faktor yang mempengaruhi pekerjaan (KB=3); Menganalisis dan menggolongkan (KB=4); dan Jangan lupa aturan dan pedoman kerja (KB=5).

     Dalam konteks OrganiS, bekerja selalu direncanakan dengan baik, mempertimbangkan KB=3;4;5 agar pekerjaan dapat optimal Kerja Cerdas Bukan Kerja Keras. dr

Artikel Terkait
comments powered by Disqus