Berita Dari Opini

Organis


Berikut ini beberapa butir pemikiran dari sekian banyak pikiran-pikiran berkaitan dengan pengertian organis:

1. Istilah “ORGANIK” atau “ORGANIS”
Orang lazim memakai kata “organik” untuk membedakan pertanian yang memakai bahan-bahan kimia dan non kimia. Terdapat banyak pemakaian kata-kata lain dalam bahasa Indonesia yang berakhiran ‘ik’ atau ‘is’, umpamanya:
didantik – didaktis     dialektik(a) – dialektis          dinamika        – dinamis
kritik     – kritis         genetik(a)   – genetis           matematika     – matematis
teknik   – teknis        mekanik(a) – mekanis         sistimatika      – sistimatis
dan contoh seperti ini masih banyak sekali
Nampaknya sering ‘ik’ dipakai untuk menyatakan bendanya/ ilmunya (kadang-kadang ‘ik’ ditambah ‘a’). Sedangkan ‘is’ dipakai untuk menyatakan sifat. Dan umumnya ‘is’ lebih banyak dipakai daripada ‘ik’. Memang tidak selalu begitu, bahasa biasa tidak konsekuen, tidak logis (bukan logik!). Tetapi biar begitu, tidak lebih baikkah kita membiasakan memakai istilah ‘organis’ yang lebih tepat daripada ‘organik’?

2. Pengertian organis
Sebenarnya ciri utama pertanian organis bukan hanya sekedar melawan kimiawi. Kata organis mempunyai akar yang sama dengan kata organ dan organisme. Organ dalam bahasa Indonesia berarti alat atau anggota, dan organisme adalah seluruh tubh yang terdiri dari banyak bagian. Setiap anggota/ bagian mendukung seluruhnya dan seluruhnya menjaga bagian-bagian sehingga semua pihak bisa hidup, tumbuh, sehat, berkembang, sempurna. Dengan demikian kata organis memperlihatkan hubungan yang mendasar antara organ dengan organismenya.
3. Seluruh alam adalah organis
Alam terdiri dari jutaan bagian yang semua saling mendukung. Umpamanya: ayam bertelur bukan hanya untuk ayam sendiri. Padi tumbuh dan menghasilkan biji-biji, dan yang mengambil untungnya adalah manusia, ayam, burung-burung, dll bahkan hama dan penyakit. Pokoknya semua menguntungkan yang lain. Manusia adalah satu-satunya kecualian, yang sangka semua yang lain ada untuk dia. Jadi sifat seluruh ciptaan organis, sikap manusia umumnya egois (tidak ada yang bilang ‘egoik’)

4. Perubahan sikap organis
Tentu merubah sikap itu tidak gampang, perlu disadari, dilatih, dan diupayakan terus-menerus. Kalau ada dukungan/bantuan, itu hanya agar sendiri lebih mampu dan lebih giat berusaha, bahkan akhirnya mampu mendukung dan menguntungkan yang lain. Artinya bukan seperti biasa terjadi yaitu bantuan menjadi tujuannya (orang buat sesuatu agar dapat dana atau baru mau buat sesuatu kalau ada dana). Kalau pertanian organis tidak bisa mandiri (yaitu mengabaikan segi bisnisnya) maka belum organis betul. Tetapi jangan menjadi materialistis (tidak pernah orang mengatakan materialistik), melainkan harus tetap organis.

P. Agatho - Cisarua, 24 Maret 1999

Artikel Terkait
comments powered by Disqus