Berita Dari BSB

Dari Aceh ke Cisarua


          Belajar adalah hak siapa saja. Belajar sesungguhnya dilakukan seumur hidup. Belajar, membuat seseorang mampu berkembang lebih baik. Belajar membuat seseorang mampu menatap hari depan dengan penuh harapan meskipun kondisi saat ini terlihat meragukan. Maka, semangat belajar seharusnya dimiliki oleh siapapun. Begitu halnya dengan UPTB Balai Diklat Pertanian Aceh – Saree, Aceh Besar bersama dengan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Luh Aceh.
 
          Jumat, 9 Desember 2016 Yayasan Bina Sarana Bakti (YBSB) kedatangan tamu jauh dari UPTB Balai Diklat Pertanian Aceh – Saree, Aceh Besar bersama dengan BKP Luh Aceh. Rombongan yang berjumlah 7 orang itu hendak mempelajari Pertanian Organis. Sekitar pukul 20.00 WIB. Mereka yang datang merupakan penyuluh dengan didampingi oleh dua orang perwakilan Balai Diklat Pertanian Aceh. Rekan-rekan Aceh segera menuju Villa Merak, tempat tinggal selama mengikuti kursus tiga hari (09/12/16 – 11/12/16) di YBSB. Melepas penat sejenak dengan istirahat malam karena perjalanan yang panjang dan cukup melelahkan. Acara pun dimulai keesokan harinya (10/12/16) mundur dari jadwal awal. Pembukaan diawali dengan sambutan dari perwakilan Balai Diklat Pertanian Aceh dan Direktur Pelaksana Yayasan Bina Sarana Bakti. Sehabis sambutan, introduksi juga dibawakan oleh Direktur Pelaksana Yayasan BSB berisi tentang sejarah singkat tentang pertanian organis yang dikembangkan oleh BSB, visi dan misi BSB, prinsip membangun pertanian organis, serta manajemen lingkungan kebun BSB secara umum. Selanjutnya, rekan-rekan penyuluh mengelilingi kebun produksi, rumah kompos, rumah persemaian, dan gedung kemas dipandu oleh seorang pemandu BSB. Melihat langsung kebun dan cara kerja pertanian organis ala BSB menimbulkan diskusi menarik selama berkeliling. Selepas berkeliling, para penyuluh berdiskusi mengenai apa yang didapat selama berkeliling didampingi oleh Pak Direktur sembari menantikan makan siang. Makan siang yang telah terlewati segera digantikan praktik membuat pengendali nabati. Menggunakan berbagai macam daun-daun yang berkhasiat mengusir para Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Praktik pembuatan pengendali nabati ini didampingi para petani handal BSB yang sudah berpengalaman dalam bertani organis selama. Hari kedua pun usai, kegiatan hari ketiga segera menanti.

          Minggu, 11 Desember 2016, kegiatan kursus dimulai pkl 07.30 hingga siang hari dengan berbagai materi. Materi seperti Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), bagaimana membangun kebun organis hingga manajemen kebun organis dan juga penentuan harga organis. Materi dibawakan mulai dari kepala kebun yang sudah berpengalaman terlibat dalam kegiatan produksi kebun organis BSB selama puluhan tahun, Divisi Pendidikan dan Pelatihan Yayasan BSB, hingga Direktur Yayasan BSB. Berbagai harapan mengalir dari para peserta pelatihan kepada pihak Yayasan BSB. Hal menarik yang diingatkan mereka kepada BSB diakhir kegiatan bahwa mempertahankan dan mengembangkan pertanian organis itu adalah tugas bersama khususnya bagi sang pelopor pertanian organis, Bina Sarana Bakti. Rangkaian acara diakhiri dengan foto bersama kedua pihak sembari memperbincangkan kemungkinan kerjasama selanjutnya antara UPTB Balai Diklat Pertanian Aceh – Saree, Aceh Besar dengan Yayasan Bina Sarana Bakti.

Foto-foto lainnya:
 





Artikel Terkait
comments powered by Disqus